Kuliah ke luar negri merupakan impian semua siswa yang duduk di bangku sekolah menengah atas maupun madrasah aliyah sederajat. Salah satu kampus terkenal dan favorit bagi siswa Madrasah Aliyah adalah Universitas Al-Azhar Cairo Mesir. Semua orang pasti sudah mengenal kampus yang satu ini terlebih lagi negara Mesir juga merupakan kampungnya para nabi seperti Nabi Musa, Nabi Harun, Nabi Idris, Nabi Yakub, Nabi Ibrahim pun sempat singgah di negara ini, ada juga riwayat yang menuliskan Nabi Yusuf setelah dibeli oleh saudagar kaya sebagai budak di usia remaja. Dengan alasan inilah negara Mesir disebut sebagai bumi para Nabi.
Universitas Al-Azhar merupakan salah satu institusi pendidikan tinggi islam tertua dan paling bergengsi di dunia. Menjadi pusat utama pengkajian islam Sunni, terbuka bagi siswa dari seluruh dunia termasuk Indonesia melalui jalur prestasi, beasiswa maupun mandiri. Adapun alur pendaftaran bagi warga negara Indonesia (WNI) diataranya pendaftaran dan seleksi berkas melalui lembaga resmi seperti Kementrian agama ataupun lembaga yang bermitra. Ujian bahasa arab (Tahdid Mustawa), keterampilan berbahasa arab menjadi faktor kedua syarat untuk dapat kuliah di kampus ini sebab semua perkuliahan mahasiswa dan dosen menggunakan bahasa arab dalam berkomunikasi maupun pembuatan tugas kuliah. Kelas bahasa dan matrikulasi (Daurah Lughah) sebagai persiapan komunikasi saat berkuliah disana. Ujian persamaan (Mu’adalah) yaitu ujian resmi untuk masuk Universitas Al-Azhar. Pengurusan paspor dan visa pelajar setelah dinyatakan lulus ujian.
Pada tahun ini Salwa Sal Sabila santriwati Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah Koto Tinggi Pandai Sikek Kecamatan X Koto Kabupaten Tanah Datar berhasil melalui semua tahapan tersebut, prestasi ini menjadi sebuah kebanggan bagi keluarga besar PPMTI Koto Tinggi sebab berhasil meloloskan santrinya ke perguruan tinggi luar negri Universitas Al-Azhar Kairo Mesir. Seluruh tahapan umum seperti tahdid mustawa, daurah lughah, daurah ta’hiliyyah, hadasah mu’adalah, pemberkasan dan visa telah dan sedang dilaksanakannya termasuk persyaratan khusus seperti mu’adalah atau penyetaraan ijazah madrasah asal oleh otoritas Al-Azhar, usia maksimal 25 tahun, kemampuan berbahasa arab, dokumen wajib ijazah dan transkrip nilai, paspor aktif, akta kelahiran, pas foto sesuai ketentuan, surat rekomendasi dari pondok PPMTI juga sudah dilengkapi oleh Salwa.
Selain memdaftar ke luar negri, santri PPMTI Koto Tinggi juga berhasil meloloskan santrinya kuliah di dalam negri seperti masuk perguruan Tinggi Negri lewat jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) dan Ujian Tulis Berbasis Komputer Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (UTBK-SNBT) dan juga berhasil masuk perguruan tinggi keagamaan Islam negeri (PTKIN) lewat jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN) dan juga berhasil melewati jalur mandiri.
Buya Damsir, Datuak Maharajo Nan Salareh selaku kepala madrasah aliyah Tarbiyah Islamiyah mengungkapkan rasa bangga dan bahagia bahwa untuk pertama kalinya santri PPMTI berhasil berkuliah ke luar negri di tahun ini, dan insya allah di tahun depan akan ada tiga orang santri yang akan dicalonkan untuk mengikuti pendaftaran untuk berkuliah ke Universitas Al-Azhar mesir. Semoga.
Saat ini Salwa tengah berusaha mencari donatur yang bersedia membantu keberangkatannya nanti dan dibantu orang tua, keluarga, pimpinan pondok serta majelis guru PPMTI, donatur dan sejumlah lembaga sosial. Semoga animo yang sangat tinggi dari siswa pesantren mendapat dukungan penuh dari pihak berwenang agar pendidikan anak-anak di kabupaten Tanah Datar dapat berlanjut ke tingkat yang lebih tinngi sehingga mereka dapat kembali ke tanah air dengan membawa ilmunya untuk diajarjkan dan diterapkan kepada generasi selanjutnya.

Mantap
ReplyDelete