Apabila mendengar atau membaca rumah tahfizh kita teringat lembaga pendidikan Al-Quran yang identik mengajarkan anak-anak atau santri menghafal Al-Quran. Namun, dalam kunjungan saya kali ini bersama kepala dan guru rumah tahfizh Shohibul Quran, ada konsep yang berbeda dari rumah tahfizh biasanya yang hanya memiliki tempat representatif untuk menghafal.
Rumah tahfizh Nurul Quran Anugrah Ilahi dibawah nauislamYayasan Pendidikan Islam (YPI) Muhammad Anugrah Ilahi diresmikan oleh Bupati Agam pada bulan Maret tahun 2022. Rumah tahfizh ini juga dikenal dengan rumah tahfizh Nurul Quran Canduang karena memang berlokasi di jorong Baru Balantai, Canduang Koto Laweh, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat.
Selain menjadi pusat pembelajaran dan setoran hafalan Al-Qur'an bagi para santri dan pusat wisata religi dan edukasi yang rutin mengadakan kajian majelis taklim mendatangkan buya, da'i dan ulama dari berbagai daerah di Sumatera Barat, lokasi ini menjadi salah satu hidden gem wisata andalan di Desa Wisata Canduang Koto Laweh karena menggabungkan beberapa konsep menarik didalam area rumah tahfizh.
Diantara konsep yang diadakan yaitu wisata kuliner. Terdapat masakan kampung yang khas dan otentik jika kita ingin menikmati makan disini. Ibarat sebuah cafe tradisional atau warung makan, kawasan wisata ini menyajikan berbagai masakan sehat khas minang ala Sumatera Barat, terkenal dengan warung makan di tengah kebun yang menyajikan masakan kampung otentik yang lezat, porsi jumbo, dan harga sangat terjangkau. Beberapa menu andalannya meliputi telur dadar barendo, pangek lapuak, palai ikan, sambalado cangkuak, hingga teh talua. Selain itu juga menyajikan minuman panas dan dingin untuk dinikmati langsung di area perkebunan. Bahan-bahan masakan di olah langung setelah pengunjung memesan makanan dan minuman dan tentunya dapat dilihat langsung bagaimana cara memasaknya.
Terletak di tengah area persawahan yang sejuk dengan pemandangan indah. Fasilitas pendukungnya ramah anak (toddler-friendly), dilengkapi taman bunga yang cantik, kebun stroberi, jembatan kecil, dan kolam ikan. Sambil menunggu pesanan, pengunjung dapat melihat dan memetik langsung sbuah stroberi di kebun, tentunya ditimbang bayar sebelum memakannya.
Bangunan yang dimanfaatkan oleh pengelola rumah tahfizh bukanlah gedung berbahan tembok melainkan konsep rumah gadang bagonjong sebagai wadah bagi karyawan dan pengelola.












No comments