Sudah
berabad lamanya hingga hari ini nagari pandai sikek dikenal dengan kerajinan
tangan bernama songket. Pakaian salempang dan rok bagi perempuan minang yang
digunakan untuk berbagai acara adat. Hari selasa 30 Juni 2026, menjadi momen
berbeda bagi nagari ini, pasalnya telah dilaksanakannya peresmian nagari pandai
sikek sebagai nagari hafizh sekaligus waqaf hafizh nagari, artinya desa yang
memiliki banyak hafizh dan hafizhah mulai dari usia balita hingga dewasa. Kegiatan
ini sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan lembaga pendidikan di nagari
pandai sikek dalam melahirkan ratusan penghafal Al-Quran melalui program
pembinaan tahfizh berkelanjutan.
Tercatat
sudah enam ratus (600) orang lebih masyarakatnya telah hafal Al-Quran mulai dari
1 hingga 30 Juz yang didominasi oleh anak-anak usia sekolah. Anak-anak yang sudah
menghafal Al-Quran 1 juz ke atas ini juga telah mengikuti validasi dan haflah
waqaf 1000 hafizh dipusatkan di halaman Istano Basa Pagaruyung Batusangkar,
Kabupaten Tanah Datar.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari program unggulan (progul) Bupati Tanah Datar yaitu 1
rumah 1 hafizh, dimana setiap masyarakat yang telah menghafal Al-Quran mulai 1
juz dan seterusnya akan divalidasi lewat kegiatan validasi waqaf khusus usia sekolah, lajnah terbuka untuk
umum, dan validasi progul juga terbuka untuk umum khusus bagi warga Tanah Datar
diselenggarakan oleh forum komunikasi rumah tahfizh (FKRT) dan lajnah kecamatan
dan kabupaten yang nantinya bagi anak-anak dan masyarakat umum yang dinyatakan
lulus mengikuti validasi akan diberikan stiker 1 rumah 1 hafizh.
Pada
kegiatan haflah waqaf 1000 hafizh, nagari pandai sikek telah menjuarai 3 kali
berturut-turut sebagai nagari peserta terbanyak sehingga dinyatakan layak
menjadi nagari hafizh. Adapun persyaratan yang telah dipenuhi oleh nagari
Pandai Sikek sebagai nagari hafizh diantaranya data 300 stiker berdasarkan data
buku catatan adminitrastor, data 500 hafizh berdasarkan data Nomor Induk Hafizh
(NIH) dari semua rumah tahfizh se nagari yaitu rumah tahfizh Shohibul Quran, Surau
Da’wah, Syafaatul, dan Mu’adz Bin Jabal. Data kontribusi pihak pemerintahan
nagari terhadap program tahfizh berdasarkan buku DPA nagari. Data atau SK forum
komunikasi rumah tahfizh (FKRT) nagari, serta usulan FKRT nagari dan wali
nagari kepada Bupati Tanah Datar.
Dalam
peresmian nagari hafizh dan waqaf hafizh nagari ini dihadiri oleh wali nagari,
Camat X Koto, Bupati Tanah Datar yang diwaliki oleh staf ahli bidang hukum dan
politik, anggota DPRD kabupaten dan provinsi, juga menghadirkan gubernur Sumatera
Barat diwakili oleh Kabag Kesra provinsi Sumatera Barat. Kegiatan dipusatkan di
halaman masjid taqwa Koto Tinggi, Pandai Sikek diawali dengan arak-arakan pawai
dari balai baruah menuju lokasi acara.
Sebanyak
228 orang peserta usia balita hingga tingkat SMA yang telah lulus dalam program
waqaf 1000 hafizh Tanah Datar mengikuti waqaf hafizh nagari yang berasal dari 4
rumah tahfizh (rumah tahfizh Shohibul Quran, Surau Da’wah, Syafaatul, Mu’adz
Bin Jabal), PP MTI, PP Haji Miskin, dan MTs Diniyah. Sebanyak lebih dari 360
rumah telah di tempelkan stiker 1 rumah 1 hafizh, sementara itu 600 orang lebih
hafizh hafizhah telah lahir di Pandai Sikek.
Selain
melibatkan lembaga pendidikan yang memiliki program tahfizh, suksesnya acara
ini melibatkan berbagai unsur dan lembaga nagari diantaranya pemerintahan
nagari pandai sikek, BPRN (Badan Pemusawaratan Nagari), KAN (Kerapatan Adat
Nagari), tokoh masyarakat, pimpinan lembaga pendidikan, FKPM (Forum Komunikasi
Polisi Masyarakat), Bundo Kanduang, pemuda, wali murid termasuk dukungan moril
dan materil perantau serta adanya persetujuan dari Bupati Tanah Datar.
Semua
lembaga, unsur, undangan yang hadir, juga orang tua atau wali yang anaknya
mengikuti waqaf hafzh nagari ini
mengharapkan dengan telah di resmikannya nagari Pandai Sikek sebagai nagari
hafizh, agar semua masyarakat semakin dekat, mencintai, membaca, Mentadabburi,
menghafal serta yang terpenting menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup
disegala aspek kehidupan agar nagari Pandai Sikek menjadi Nagari Baldatun
Thayyibatun Warabbun Ghafur (Negeri yang baik, subur, makmur dan Tuhan Yang
Maha Pengampun) yaitu masyarakat dan wilayah ideal yang senantiasa mendapatkan
berkah serta ridha Allah SWT.







No comments