Menu
Muhammad Harizon

Nagari Pandai Sikek Resmi Menjadi Nagari Hafizh

 




Sudah berabad lamanya hingga hari ini nagari pandai sikek dikenal dengan kerajinan tangan bernama songket. Pakaian salempang dan rok bagi perempuan minang yang digunakan untuk berbagai acara adat. Hari selasa 30 Juni 2026, menjadi momen berbeda bagi nagari ini, pasalnya telah dilaksanakannya peresmian nagari pandai sikek sebagai nagari hafizh sekaligus waqaf hafizh nagari, artinya desa yang memiliki banyak hafizh dan hafizhah mulai dari usia balita hingga dewasa. Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan lembaga pendidikan di nagari pandai sikek dalam melahirkan ratusan penghafal Al-Quran melalui program pembinaan tahfizh berkelanjutan.


Tercatat sudah enam ratus (600) orang lebih masyarakatnya telah hafal Al-Quran mulai dari 1 hingga 30 Juz yang didominasi oleh anak-anak usia sekolah. Anak-anak yang sudah menghafal Al-Quran 1 juz ke atas ini juga telah mengikuti validasi dan haflah waqaf 1000 hafizh dipusatkan di halaman Istano Basa Pagaruyung Batusangkar, Kabupaten Tanah Datar.


Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan (progul) Bupati Tanah Datar yaitu 1 rumah 1 hafizh, dimana setiap masyarakat yang telah menghafal Al-Quran mulai 1 juz dan seterusnya akan divalidasi lewat kegiatan validasi waqaf  khusus usia sekolah, lajnah terbuka untuk umum, dan validasi progul juga terbuka untuk umum khusus bagi warga Tanah Datar diselenggarakan oleh forum komunikasi rumah tahfizh (FKRT) dan lajnah kecamatan dan kabupaten yang nantinya bagi anak-anak dan masyarakat umum yang dinyatakan lulus mengikuti validasi akan diberikan stiker 1 rumah 1 hafizh. 




Pada kegiatan haflah waqaf 1000 hafizh, nagari pandai sikek telah menjuarai 3 kali berturut-turut sebagai nagari peserta terbanyak sehingga dinyatakan layak menjadi nagari hafizh. Adapun persyaratan yang telah dipenuhi oleh nagari Pandai Sikek sebagai nagari hafizh diantaranya data 300 stiker berdasarkan data buku catatan adminitrastor, data 500 hafizh berdasarkan data Nomor Induk Hafizh (NIH) dari semua rumah tahfizh se nagari yaitu rumah tahfizh Shohibul Quran, Surau Da’wah, Syafaatul, dan Mu’adz Bin Jabal. Data kontribusi pihak pemerintahan nagari terhadap program tahfizh berdasarkan buku DPA nagari. Data atau SK forum komunikasi rumah tahfizh (FKRT) nagari, serta usulan FKRT nagari dan wali nagari kepada Bupati Tanah Datar. 


Dalam peresmian nagari hafizh dan waqaf hafizh nagari ini dihadiri oleh wali nagari, Camat X Koto, Bupati Tanah Datar yang diwaliki oleh staf ahli bidang hukum dan politik, anggota DPRD kabupaten dan provinsi, juga menghadirkan gubernur Sumatera Barat diwakili oleh Kabag Kesra provinsi Sumatera Barat. Kegiatan dipusatkan di halaman masjid taqwa Koto Tinggi, Pandai Sikek diawali dengan arak-arakan pawai dari balai baruah menuju lokasi acara. 




Sebanyak 228 orang peserta usia balita hingga tingkat SMA yang telah lulus dalam program waqaf 1000 hafizh Tanah Datar mengikuti waqaf hafizh nagari yang berasal dari 4 rumah tahfizh (rumah tahfizh Shohibul Quran, Surau Da’wah, Syafaatul, Mu’adz Bin Jabal), PP MTI, PP Haji Miskin, dan MTs Diniyah. Sebanyak lebih dari 360 rumah telah di tempelkan stiker 1 rumah 1 hafizh, sementara itu 600 orang lebih hafizh hafizhah telah lahir di Pandai Sikek. 


Selain melibatkan lembaga pendidikan yang memiliki program tahfizh, suksesnya acara ini melibatkan berbagai unsur dan lembaga nagari diantaranya pemerintahan nagari pandai sikek, BPRN (Badan Pemusawaratan Nagari), KAN (Kerapatan Adat Nagari), tokoh masyarakat, pimpinan lembaga pendidikan, FKPM (Forum Komunikasi Polisi Masyarakat), Bundo Kanduang, pemuda, wali murid termasuk dukungan moril dan materil perantau serta adanya persetujuan dari Bupati Tanah Datar. 




Semua lembaga, unsur, undangan yang hadir, juga orang tua atau wali yang anaknya mengikuti waqaf  hafzh nagari ini mengharapkan dengan telah di resmikannya nagari Pandai Sikek sebagai nagari hafizh, agar semua masyarakat semakin dekat, mencintai, membaca, Mentadabburi, menghafal serta yang terpenting menjadikan Al-Quran sebagai pedoman hidup disegala aspek kehidupan agar nagari Pandai Sikek menjadi Nagari Baldatun Thayyibatun Warabbun Ghafur (Negeri yang baik, subur, makmur dan Tuhan Yang Maha Pengampun) yaitu masyarakat dan wilayah ideal yang senantiasa mendapatkan berkah serta ridha Allah SWT.

 




No comments